Wisata Puncak Sikunir Dieng

Bagi sebagian orang, mendaki adalah hal yang menyenangkan. Salah satunya adalah menikmati sunrise dari tempat yang tinggi dan lokasi tepat. Berbicara tentang sunrise, Puncak Sikunir menjadi tujuan utama wisatawan saat berkunjung ke Dieng. Di sana Teman Traveler bisa melihat bagaimana proses matahari terbit dari berbagai titik lokasi yang punya segi keindahan masing-masing.

Hanya dengan merogoh kocek Rp10.000 per pengunjung, bukanlah hal yang mahal apabila sudah tiba di atas Puncak Sikunir. Rasanya biaya tersebut langsung hilang begitu saja tergantikan dengan pemandangan yang akan Teman Traveler dapatkan.

Selain untuk biaya masuk wisata, tiket tersebut juga sudah termasuk biaya asuransi untuk pengunjung mengalami hal kurang beruntung, seperti kecelakaan ringan hingga meninggal dunia. Semua sudah diperhitungkan, terlebih di Dieng sendiri mempunyai udara yang sangat dingin di pagi hari. Sehingga pengelola mengkhawatirkan pengunjung yang tidak kuat dengan hawa dingin dan kecelakaan yang mungkin saja terjadi.

Bila sudah tiba di lokasi parkir Puncak Sikunir, jangan heran kalau melihat banyak kendaraan pribadi sudah berjejer rapi lebih dulu karena memang semua pemburu sunrise mempunyai harapan supaya tidak ketinggalan momen yang hanya satu kali terjadi dalam satu hari ini.

Pengunjung lebih memilih berangkat pagi-pagi buta atau tidak sama sekali. Dengan minat yang luar biasa ini, Puncak Sikunir sengaja menyediakan lahan parkir yang amat luas. Bukan hanya untuk kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, melainkan bus wisata yang disediakan untuk akses menuju Sikunir pun bisa parkir di tempat ini.

Memulai perjalanan pertama, sepanjang jalan Teman Traveler akan disuguhkan berbagai jajanan ringan bahkan menu makanan untuk sarapan pagi. Area ini bisa dikatakan sebagai gerbang pembuka Puncak Sikunir.

Berbagai olahan makanan dari kentang paling banyak dijumpai di sini. Ada yang digoreng lalu diberi bumbu, ada pula yang dibuat semur berwarna coklat dengan rasa yang manis. Teman Traveler bebas memilih jajanan mana yang disukai dan mau dicicipi.

Untuk menuju lokasi sunrise Puncak Sikunir sudah disediakan jalur yang bisa dilewati bersama-sama dengan mudah. Jalan ini sudah tertata bebatuan sebagai pijakan kaki dan pagar kayu untuk pegangan tangan yang sekaligus menjadi pembatas jalan supaya Teman Traveler tidak berjalan terlalu menepi.

Selain itu, terdapat penerangan yang bisa menambah keamanan dan kenyamanan, meskipun belum terlalu banyak. Bila masih kurang terang, Teman Traveler bisa menggunakan senter dari handphone masing-masing untuk menambah pencahayaan. Bisa juga sambil mendengarkan musik supaya perjalanan menuju Puncak Sikunir menjadi menyenangkan dan tidak terasa berat.

Menempuh waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit untuk sampai ke puncak Sikunir. Di tengah perjalanan, Teman Traveler bisa menemukan fasilitas kamar mandi dan mushola.

Teman Traveler bisa menggunakan kamar mandi sesuai kebutuhan dan membayar sesuai tarif yang dikenakan. Bagi Teman Traveler yang beragama Islam juga bisa melakukan ibadah dahulu dengan mudah dan nyaman sebelum kembali mendaki.

Hal menarik dari Puncak Sikunira adalah setiap tempat merupakan spot bagus untuk berfoto. Ramainya pengunjung memadati lokasi Sikunir membuat pengunjung yang lain sedikit kesusahan untuk mengambil gambar. Namun tidak usah khawatir, dimanapun Teman Traveler berdiri dan berfoto akan terlihat indah.

Semua pengunjung setuju bahwa Sikunir ini menjadi destinasi wajib saat ke Dieng. Sehingga saat liburan tiba, Puncak Sikunir menjadi sangat penuh dan padat. Jangankan untuk berfoto, berjalan saja kadang agak susah saking ramainya.

Perpaduan gelapnya langit dan terangnya cahaya matahari menyuguhkan warna yang sangat khas di pagi hari. Pemandangan inilah yang bisa Teman Traveler nikmati di puncak Sikunir.

Tampak matahari yang sedang terbit, terlihat pula gunung-gunung dan pepohonan semakin memikat pandangan. Setiap menit berlalu selalu menghadirkan warna yang baru yang semakin indah.

Sampai di titik ini Teman Traveler akan lupa lelahnya perjalanan yang dilewati, semua lelah akan terbayar dengan apa yang didapatkan. Banyak wisatawan yang akan rindu dengan suasana seperti ini, rasanya ingin kembali lagi, lagi dan lagi. Tertarik berkunjung?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *